Tak terkira bahagia hati ini mendapat undangan menjadi MC dari pihak Civitas Academica Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Terimakasih banyak Pak Dekan Pasca FH UGM Prof Dr Marsudi dan Ketua Program Doktor FH UGM Prof Dr Sudjito dan wa bil khusus Al Mukarom Pak Sutito, SH, MH Dosen Hukum Organisasi Perusahaan FH UGM.
Setelah menjadi MC lusa besok ini, ditemani suamiku Ikang Fawzi dalam kapasitas Sekjen KAGAMA FEB UGM, kami akan mengikuti a special talk dari Prof Dr Mahfud MD/Ketua MK sesuai dengan tema besar "Negara Hukum Indonesia" dalam koridor mahzab Bulak Sumur--menyangkut masa depan NKRI dan kita semua seluruh bangsa Indonesia.
Sore harinya kami bertiga sebagai figur publik bersama jajaran Civitas Academica UGM akan melakukan penanaman pohon simbolik dilereng gunung Merapi.
Sebelum kembali ke Jakarta, saya dan suami akan menemani Pak Sutito diterima Bank Indonesia untuk membicarakan masa depan Hukum Bisnis Indonesia. Alhamdulillah ... Ya Allah terimakasih.... UGM matur nuwun sanget nggih... kami berdua merasa sangat 'di wongke', bahagia menjadi bagian dari keluarga besar respectable university sebesar UGM ini. Allahu Akbar!
Sumber: http://dwistroi.blogspot.com/2011/02/konser-iwan-fals-justice-for-indonesia.html
Lustrum & Dies Natalis FH-UGM bersama Iwan Fals, Marissa Haque & Ikang Fawzi: Yogyakarta 19 Feb 2011
Kangen ke Segopecel dengan Elis Anis, Erwin Kertajaya, dan Mas Indro Kimpling (Kabare)
Kangen ke Segopecel dengan Elis Anis, Erwin Kertajaya, dan Mas Indro Kimpling (Kabare)
Tampilkan postingan dengan label Mahfud MDm Pemilukada 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahfud MDm Pemilukada 2011. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Februari 2011
Senin, 07 Februari 2011
Ikang Fawzi & Marissa Haque: Belajar Tersenyum Ramah Lebih Banyak bersama UGM
Lebih Banyak Senyum untuk Keluarga
Tak ada yang benar-benar tahu sampai dimana ujung usia kita. Bahkan esok pagipun disaat kita bangun tidur bisa jadi orang yang paling kita cintai sudah tidak lagi berada disamping kita. Bahkan untuk mencium aroma tubuhnyapun menjadi hal yang mustahil. Semakin usia kami bertambah, kami berdua merasa saling takut kehilangan satu dengan lainnya. Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi) suamiku tercinta—the one and only—tahun ini akan memasuki usia 52 tahun. Walau usia bertambah namun Alhamdulillah diantara kerumunan teman-teman prianya suamiku tampak jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Malah bias dikatakan sepuluh tahun lebih awet, mungkin juga karena Ikang itu keturunan Sunda yang karakter dasarnya adalah happy go lucky alias memang wajar kalau pria yang young at heart serta mampu bernyanyi menjadi awet gantengnya… Alhamdulillah Ya Allah. Suami pilihan-Mu untukku adalah yang terbaik dari beberapa hadiah hidup lain yang Kau titipkan selama ini.
Barangkali tak banyak dari kita yang menyadari betapa kurang banyaknya senyuman yang kita sediakan bagi orang-orang dekat dihati yang hidup dibawah satu atap dengan kita. Barangkali juga karena life is an advanture, namun lebih kepada tanggung jawab kita dalam mencari nafkah dan mengejar posisi kemenangan dalam pencapaian hidup, membuat tekanan kehidupan mengurangi keinginan tulus kita dalam mengembangkan senyuman. Padahal senyum itu tidak bayar alias gratis.
Sebagai ungkapan rasa syukurku, nazarku hari ini adlaah menambah intensitas senyuman tulus dan manis kepada lebih banyak lagi manusia yang lewat dalam kehidupanku. Karena kuyakini senyuman akan memberikan getaran ketenangan yang menenteramankan—meruntuhkan kesombongan serta keangkuhan, mengikis penolakan, menapis keterasingan, menghempas rasa terancam, mencairkan kebekuan, bahkan mampu menghangatkan suasana.
Allahu Akbar!
Sumber: http://ikangmarissa-ugm-ekonomibisnis.blogspot.com/2011/02/ikang-fawzi-marissa-haque-dari-ugm.html
Allahu Akbar!
Sumber: http://ikangmarissa-ugm-ekonomibisnis.blogspot.com/2011/02/ikang-fawzi-marissa-haque-dari-ugm.html
Ikang Fawzi & Marissa Haque: Dari UGM Semakin Banyak Senyuman Bahagia untuk Ummat
Lebih Banyak Senyuman untuk Keluarga
Tak ada yang benar-benar tahu sampai dimana ujung usia kita. Bahkan esok pagipun disaat kita bangun tidur bisa jadi orang yang paling kita cintai sudah tidak lagi berada disamping kita. Bahkan untuk mencium aroma tubuhnyapun menjadi hal yang mustahil. Semakin usia kami bertambah, kami berdua merasa saling takut kehilangan satu dengan lainnya. Ikang Fawzi (Ahmad Zulfikar Fawzi) suamiku tercinta—the one and only—tahun ini akan memasuki usia 52 tahun. Walau usia bertambah namun Alhamdulillah diantara kerumunan teman-teman prianya suamiku tampak jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Malah bias dikatakan sepuluh tahun lebih awet, mungkin juga karena Ikang itu keturunan Sunda yang karakter dasarnya adalah happy go lucky alias memang wajar kalau pria yang young at heart serta mampu bernyanyi menjadi awet gantengnya… Alhamdulillah Ya Allah. Suami pilihan-Mu untukku adalah yang terbaik dari beberapa hadiah hidup lain yang Kau titipkan selama ini.
Barangkali tak banyak dari kita yang menyadari betapa kurang banyaknya senyuman yang kita sediakan bagi orang-orang dekat dihati yang hidup dibawah satu atap dengan kita. Barangkali juga karena life is an advanture, namun lebih kepada tanggung jawab kita dalam mencari nafkah dan mengejar posisi kemenangan dalam pencapaian hidup, membuat tekanan kehidupan mengurangi keinginan tulus kita dalam mengembangkan senyuman. Padahal senyum itu tidak bayar alias gratis.
Sebagai ungkapan rasa syukurku, nazarku hari ini adlaah menambah intensitas senyuman tulus dan manis kepada lebih banyak lagi manusia yang lewat dalam kehidupanku. Karena kuyakini senyuman akan memberikan getaran ketenangan yang menenteramankan—meruntuhkan kesombongan serta keangkuhan, mengikis penolakan, menapis keterasingan, menghempas rasa terancam, mencairkan kebekuan, bahkan mampu menghangatkan suasana. Allahu Akbar!
Label:
Duta Waqf 2010,
feb,
ICT,
ikang fawzi,
Mahfud MDm Pemilukada 2011,
Marissa Haque,
MBA,
ugm,
wisuda,
Yogyakarta
Kamis, 27 Januari 2011
Mbak Marissa Haque & Mas Ikang Fawzi: Kebahagiaan dalam Pencapaian 'Kecil' Kami di UGM
Kalau Berita Perempuan Ini Master Pertama Ilmu The Beatle, Maka Ikang Fawzi Suamiku Penyanyi Rock Pertama dari UGM Dapat MBA
TEMPO Interaktif, Liverpool - Mary-Lu Zahalan-Kennedy jadi orang pertama yang meraih gelar S2 (Master) dalam kajian The Beatles. Mantan Putri Kanada berusia 53 tahun ini masuk Jurusan The Beatles, Musik dan Masyarakat Populer di Liverpool Hope University, yang baru buka pada 2009.
Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kebahagiaan dalam Pencapaian 'Kecil' Kami di UGM
Sumber: http://marissa-haque-fh-ugm.blogspot.com/
TEMPO Interaktif, Liverpool - Mary-Lu Zahalan-Kennedy jadi orang pertama yang meraih gelar S2 (Master) dalam kajian The Beatles. Mantan Putri Kanada berusia 53 tahun ini masuk Jurusan The Beatles, Musik dan Masyarakat Populer di Liverpool Hope University, yang baru buka pada 2009.
Di kota kelahiran Fabulous Four itu, Mary-Lu bergabung dengan 25 murid lain, namun dia merupakan murid pertama yang lulus. "Saya sangat bangga dengan perolehan ini," ujarnya seperti dikutip Herald Sun Kamis (27/1).
Jurusan Strata 2 Master of Art ini membahas dampak kebudayaan Liverpool dalam komposisi yang digubah John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr. Selanjutnya, pengaruh musik mereka pada identitas, kultur dan masyarakat.
Mary-Lu, penyanyi profesional yang telah menelurkan tiga album, mengaku sangat tertantang dengan topik tersebut. "Mereka terbukti memiliki dampak pada banyak aspek kehidupan sampai hari ini," katanya.
Pendiri MA The Beatles Mike Brocken mengatakan jurusan ini merupakan satu-satunya di Dunia. Menurutnya, Mary-Lu kini tergabung dalam kelompok pakar Kajian Musik Populer. "Yang bisa memberi pemikiran segar dalam ilmu musik," ujarnya.
HERALD SUN | REZA M
Marissa Haque & Ikang Fawzi: Kebahagiaan dalam Pencapaian 'Kecil' Kami di UGM
Sumber: http://marissa-haque-fh-ugm.blogspot.com/
Minggu, 23 Januari 2011
Marissa Haque: Dukungan Ikang Fawzi Suamiku untuk Sosialisasi Ekonomi Syariah
Studium General dan Pembukaan Masa Perkuliahan
* BANDUNG RAYA
* PIKIRAN RAKYAT
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/71801
KETUA Lembaga Studi Keuangan Mikro Syariah, Marissa Haque (kedua kanan) memaparkan materinya saat menjadi pembicara dalam Studium General dan Pembukaan Masa Perkuliahan Islamic Banking School Bandung di Auditorium Kampus Da`wah Jln. Batik Halus Kota Bandung, Senin (20/10).
Acara yang bertema "Prospek Perbankan Syariah di Tengah Krisis Ekonomi Global dan Peluang SDI Perbankan Dalam Pemberdayaan Umat" tersebut, juga menghadirkan Pimpinan Cabang Bank Mega Syariah Bandung, Dewi Mayangsari (kedua kiri) dan Dekan MKS UIN Bandung Ahmad Hasan Ridwan (kanan).* ADE BAYU INDRA
* BANDUNG RAYA
* PIKIRAN RAKYAT
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/71801
KETUA Lembaga Studi Keuangan Mikro Syariah, Marissa Haque (kedua kanan) memaparkan materinya saat menjadi pembicara dalam Studium General dan Pembukaan Masa Perkuliahan Islamic Banking School Bandung di Auditorium Kampus Da`wah Jln. Batik Halus Kota Bandung, Senin (20/10).
Acara yang bertema "Prospek Perbankan Syariah di Tengah Krisis Ekonomi Global dan Peluang SDI Perbankan Dalam Pemberdayaan Umat" tersebut, juga menghadirkan Pimpinan Cabang Bank Mega Syariah Bandung, Dewi Mayangsari (kedua kiri) dan Dekan MKS UIN Bandung Ahmad Hasan Ridwan (kanan).* ADE BAYU INDRA
Sabtu, 22 Januari 2011
Inspirasi Sosial UGM untuk Tangerang Selatan 2011: Ikang Fawzi & Marissa Haque
Kecintaannya terhadap teknologi terutama komputer membuat pemilik nama lengkap Marissa Grace Haque ini berupaya agar orang-orang terdekatnya melek dengan teknologi yang satu itu. Oleh sebab itu Marissa memberikan laptop setiap orang yang ada di rumahnya termasuk orang yang membantunya di rumah.
Editor KapanLagi.com, Selebriti - Rabu, 19 Januari 2011 21.23 WIBKecintaannya terhadap teknologi terutama komputer membuat pemilik nama lengkap Marissa Grace Haque ini berupaya agar orang-orang terdekatnya melek dengan teknologi yang satu itu. Oleh sebab itu Marissa memberikan laptop setiap orang yang ada di rumahnya termasuk orang yang membantunya di rumah.
"Karena dilapangkan rejeki saja dan aku melihat pada dasarnya semua pintar. Saya juga nggak mau melihat anak-anak buta akan teknologi dan saya kasih laptop," ungkap istri rocker Ikang Fawzi ini di kediamannya di kawasan Bintaro, Tangerang, Selasa (17/1).
Bukan hanya memberikan fasilitas penunjang agar orang terdekatnya bisa mengerti bagaimana menggunakan laptop, Marissa juga mengajarkan cara menggunakannya.
"Selain memberikan alat aku juga melatih mereka. Aku kan ibu guru. Aku juga mengajar anak tuna rungu loh. Kaya anak pembantuku juga aku berikan pengajaran bahasa Inggris. Dan mereka berubah secara signifikan, mereka jadi lebih pintar, pengetahuan mereka bertambah. IT ini kan jadi media demokratik. Jadi mereka bisa tahu dan bantu kalau saya juga lagi dikerjain (di dunia maya)," tutupnya. (kpl/hen/faj)
sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/marissa-haque-beri-laptop-pada-pembantunya-khjx-0000353758.html#comments
Kamis, 13 Januari 2011
Antara Jatim: Di Surabaya Marissa Haque Artis Berdarah Madura Menyapa "Ni Hao"
Marissa Haque: Sukses Bisnis Kuasai Bahasa Ketiga Dunia
08 Jan 2011 11:56:27| Opo Jarene | Penulis : Ayu Citra
Surabaya - "Ni hao". Sapa Artis berdarah Madura, Marissa Haque menyapa ratusan calon pebisnis sekaligus membekali tips sukses mengarungi dunia usaha 2011 di Surabaya.
Perempuan berjilbab dan istri artis Ikang Fawzi tersebut menyebutkan, salah satu kunci keberhasilan menjalani bisnis adalah kemampuan menguasai bahasa terkini.
"Jangan hanya Bahasa Inggris dan Indonesia yang dikuasai tetapi Bahasa Mandarin," ujarnya.
Kini, ungkap Icha sapaan akrab Marissa, Bahasa Mandarin telah menjadi bahasa wajib ketiga di pasar internasional. Untuk itu, ada baiknya para generasi penerus bangsa saat ini mulai mempelajarinya.
"Namun, idealnya pembelajaran tersebut dilakukan sedini mungkin tetapi bagi mereka yang sudah dewasa tak ada kata terlambat untuk belajar," katanya.
Di sisi lain, ia menyebutkan, proses belajar Bahasa Mandarin lebih mudah ketika mereka adalah Warga Negara Indonesia keturunan China.
"Apalagi, pengajarnya para orang tua yang lama memakai Bahasa Mandarin sehingga pelafalan kata per katanya fasih," katanya.
Kalau buat masyarakat Indonesia nonketurunan China, terang dia, ada kemungkinan lafal katanya kurang mirip. Akan tetapi, ia yakin lambat laun mereka dapat menirukannya.
"Asal mau terbiasa melatih pengucapan kata dengan benar, mereka akan memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik," katanya.
Kasus lain, tambah dia, sekarang justru terjadi degradasi budaya akibatnya orang tua Warga Negara Indonesia keturunan China jarang mengajarkan anaknya Bahasa Mandarin.
"Tak jarang anak mereka sendiri enggan mempelajarinya karena menganggap Bahasa Mandarin rumit dan lebih suka memakai bahasa 'sleng'," kata perempuan yang sering datang ke Surabaya untuk bersilaturahmi ke rumah saudara di Jalan Ronggolawe.
SUMBER: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/52691/marissa-haque-sukses-bisnis-kuasai-bahasa-ketiga-dunia
08 Jan 2011 11:56:27| Opo Jarene | Penulis : Ayu Citra
Surabaya - "Ni hao". Sapa Artis berdarah Madura, Marissa Haque menyapa ratusan calon pebisnis sekaligus membekali tips sukses mengarungi dunia usaha 2011 di Surabaya.
Perempuan berjilbab dan istri artis Ikang Fawzi tersebut menyebutkan, salah satu kunci keberhasilan menjalani bisnis adalah kemampuan menguasai bahasa terkini.
"Jangan hanya Bahasa Inggris dan Indonesia yang dikuasai tetapi Bahasa Mandarin," ujarnya.
Kini, ungkap Icha sapaan akrab Marissa, Bahasa Mandarin telah menjadi bahasa wajib ketiga di pasar internasional. Untuk itu, ada baiknya para generasi penerus bangsa saat ini mulai mempelajarinya.
"Namun, idealnya pembelajaran tersebut dilakukan sedini mungkin tetapi bagi mereka yang sudah dewasa tak ada kata terlambat untuk belajar," katanya.
Di sisi lain, ia menyebutkan, proses belajar Bahasa Mandarin lebih mudah ketika mereka adalah Warga Negara Indonesia keturunan China.
"Apalagi, pengajarnya para orang tua yang lama memakai Bahasa Mandarin sehingga pelafalan kata per katanya fasih," katanya.
Kalau buat masyarakat Indonesia nonketurunan China, terang dia, ada kemungkinan lafal katanya kurang mirip. Akan tetapi, ia yakin lambat laun mereka dapat menirukannya.
"Asal mau terbiasa melatih pengucapan kata dengan benar, mereka akan memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik," katanya.
Kasus lain, tambah dia, sekarang justru terjadi degradasi budaya akibatnya orang tua Warga Negara Indonesia keturunan China jarang mengajarkan anaknya Bahasa Mandarin.
"Tak jarang anak mereka sendiri enggan mempelajarinya karena menganggap Bahasa Mandarin rumit dan lebih suka memakai bahasa 'sleng'," kata perempuan yang sering datang ke Surabaya untuk bersilaturahmi ke rumah saudara di Jalan Ronggolawe.
SUMBER: http://www.antarajatim.com/lihat/berita/52691/marissa-haque-sukses-bisnis-kuasai-bahasa-ketiga-dunia
Langganan:
Postingan (Atom)
Ikang & Marissa's Quotation
Books, to the reading child, are so much more than books - they are dreams and knowledge; they are a future, and a past." (Esther Meynell dalam Marissa Haque & Ikang Fawzi)
Kebersamaan Kami Memacu Semangat Belajar
The Fawzi's Family, Ever and After
Entri Populer
-
Jakarta, 18 Maret 2011 Kepada Yth. Bapak Abdul Rahman Direktur Utama PT. Agranet www.detik.com ( Dig...
-
Sumber: http://marissahaque.kompasiana.com/ Empat orang dosen yang mengajarku dikelas S2-ku yang ‘kesekian’ di Fakultas Ekonomi Bisnis, Un...
-
Marissa Haque: Sukses Bisnis Kuasai Bahasa Ketiga Dunia 08 Jan 2011 11:56:27| Opo Jarene | Penulis : Ayu Citra Surabaya - " Ni hao ...
-
Jejak Langkah Ahmad Dahlan (dalam film/lebaran 2010) Sutradara dan penulis skenario: Hanung Bramantyo Pemain: Lukman Sardi, Zaskia Adya M...
-
Alhamdulillah, Ikang Fawzi Suamiku Jadi IKON MM UGM, jurusan Manajemen Stratejik. Dan sekarang di kumpulan alumni UGM atau dikenal sebagai...
-
Tribunnews.com - Selasa, 4 September 2012 15:59 WIB TRIBUNNEWS.COM/HASANUDDIN ACO Marissa Haque dan Zumi Zola Beri...
-
Jumat, 03 Juni 2011 Untuk Mas Suhardi Alius (Alumni FH UGM Senior Kami) ...
-
Sumber: http://marissa-haque-keluarga-berencana.blogspot.com Fwd surat Ikang Fawzi dan Marissa Haque untuk kedua putri remajanya Bella Faw...
-
KORUPSI: Ratu Atut Chosiyah Dilaporkan ke KPK Icha Rastika | Latief | Rabu, 28 September 2011 | 19:26 WIB Sumber: http://nasional.kompa...
-
Kami tak pernah lagi merayakan Valentine's day , setelah yang pertama dan yang terkahir pada tahun pertama kami pacaran dulu. Karena b...






.jpg)